MENU

Pura Mandara Giri Semeru Agung

SEJARAH PURA MANDARA GIRI SEMERU AGUNG LUMAJANG
Awalnya Pura Mandara Giri Semeru berada diatas tanah pekarangan yang luasnya hanya 25 meter x 60 meter. Yang dimana tempat ini merupakan keinginan dari masyarakat Hindu di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur untuk membangun sebuah Bangunan Suci berupa Pura. Saat itu untuk mewujudkannya merupakan hal yang tidak mudah dicapai.


Keinginan ini berawal sejak diadakannya tradisi nuur tirta (memohon air suci) dari Bali langsung ke Patirtaaan Watu Klosot yang terletak di kaki Gunung Semeru. Hal ini berkaitan dengan upacara Agung Karya Ekadasa Rudra yang dilaksanakan di Pura Agung Besakih pada Maret 1963. Kegiatan nuwur tirta kembali dilaksanakan pada tahun 1979 saat upacara Ekadasa Rudra di Pura Agung Besakih.


Sejak itu dimulailah tradisi rutin nuur tirta dan Kawasan Gunung Sumeru dengan mata air suci Watu Kelosot pun makin dikenal kalangan umat Hindu di Bali maupun di luar Bali. Sebelumnya para pandita ataupun sulinggih biasanya cukup hanya ngaskara atau ngayat ke Gunung Semeru, memohon kehadapan Hyang Siwa Pasupati yang diyakini berstana di puncak Gunung Semeru. Namun seiring kemajuan teknologi transportasi dan niat untuk nuur atau mendak tirta secara langsung ke Gunung Semeru pun dilaksanakan oleh pemedek dari Bali.


Saat ngiring nuur tirta terdapat kendala dikala pemedek harus menginap semalam untuk beristirahat karena perjalanan yang cukup lama. Dan tidak etis rasanya untuk menginap sambil ngiring tirta yang baru saja ditunas dimohonkan dengan tulus iklas. Oleh karena itu munculah keinginan untuk mendirikan tempat suci di sekitar Gunung Semeru.

Pendirian pura di kawasan ini sangatlah tepat. Dikarenakan kawasan ini secara historis juga merupakan kawasan suci semasa Jawa Kuno, sebagaimana dapat disusuri dari sumber kesusastraan Nagarakertagama berbahasa Jawa Kuno. Dan Letaknya yang berada di Kaki Gunung Semeru yang merupakan Gunung tertinggi di Pulau Jawa.




Izin lokasi pendirian pura diajukan namun hal ini ditolak Bupati Lumajang dengan alasan tempat sempit dan dekat pemukiman non-Hindu. Dan setelah adanya musyawarah akhirnya dipilih lokasi berdirinya pura saat ini. Awalnya Pura hanya berada di sebuah pekarangan dengan luas hanya 25 x 60 meter. Seiring waktu dan dengan perjuangan masyarakat sekitarnya serta bantuan dari Umat Hindu di Indonesia hingga akhirnya 3 tahun kemudian, areal tanah berkembang menjadi dua hektar dan ijin mendirikan Pura disetujui.

Sehingga bangunan Pura yang awalnya nampak sederhana, kini sudah menjadi sangat megah. Bangunan pun menjadi semakin lengkap dengan sarana dan fasilitas untuk pemedek yang tangkil ke Pura Mandara Giri Semeru.




TENTANG PURA MANDARA GIRI SEMERU AGUNG LUMAJANG
Di Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang, bangunan fisik dari Pura Mandara Giri Semeru Agung saat ini sudah dilengkapi dengan candi bentar (apit surang) di jaba sisi, dan candi kurung (gelungkuri) di jaba tengah. Di areal ini dibangun bale patok, bale gong, gedong simpen, dan bale kulkul. Ada juga Pendopo, Dapur Suci sebagai dapur khusus dan Bale Matandingan.


Di jeroan areal utama terdapat Pangapit Lawang, Bale Ongkara, Bale Pasanekan, Bale Gajah, Bale Agung, Bale Paselang, Anglurah, Tajuk, dan Padmanabha sebagai bangunan suci utama dan sentral. Di lokasi agak menurun pada sisi timur, dibangun Pasraman Sulinggih, Bale simpen peralatan dan dua Bale pagibungan selain dapur. Sedangkan di sisi selatan berdiri wantilan yang megah dan luas. Panitia juga menyiapkan pembangunan kantor Sekretariat Parisada, perpustakaan dan gerbang utama waringin lawang.


Hari Minggu Umanis, Wuku Menail, tanggal 8 Maret 1992 dengan dipimpin oleh delapan pendeta, digelarlah untuk pertama kalinya upacara Pamlaspas Alit dan Mapulang Dasar Sarwa Sekar. Dengan begitu status dan fungsi bangunan pun berubah menjadi tempat suci yaitu Pura.

Selanjutnya pada bulan Juni - Juli 1992 diaturkan upacara besar berupa Pamungkah Agung, Ngenteg Linggih, dan Pujawali. Lewat Surat Keputusan Nomor: 07/Kep/V/PHDI/1992, dengan memperhatikan hasil pertemuan pihak-pihak instansi, badan dan majelis yang terkait, di Wantilan Mandapa Kesari Warmadewa, Besakih, tanggal 11 Mei 1992.


Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat lantas menetapkan nama, status dan pengelola pura. Ditetapkan antara lain : nama pura adalah Pura Mandhara Giri Semeru Agung dengan status Pura Kahyangan Jagat, tempat memuja Hyang Widhi Wasa. Sebagai penyungsung adalah seluruh umat Hindu di Indonesia.




LOKASI PURA MANDARA GIRI SEMERU AGUNG LUMAJANG
Terletak di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Pura Mandhara Giri Semeru Agung berada di Kaki Gunung Semeru. Pemukiman penduduk ada disekitar Pura. Pemedek dapat menyewa beberapa rumah penduduk sebagai tempat peristirahatan. Warung dan toko makanan serta minuman pun banyak terdapat di sekitar Pura ini. Lokasi Pura Mandara Giri Semeru Agung adalah di Jalan Serma Dohir, Desa Senduro, Lumajang. Menempuh jarak sekitar 20 menit dari Kota Lumajang Jawa Timur.




PIODALAN PURA MANDARA GIRI SEMERU AGUNG LUMAJANG
Piodalan atau Pujawali di Pura Mandara Giri Semeru Agung yang berlokasi di Lumajang Jawa Timur adalah setiap Purnama Kasa atau setahun sekali. Pemedek yang datang untuk bersembahyang disini berasal dari masyarakat setempat yang memeluk agama Hindu, dan pemedek yang berasal dari Bali. Penganyar pun dari seluruh kabupaten yang ada di Bali. Yang dilaksanakan secara bergilir dan dihadiri oleh Pimpinan atau Bupati seluruh Bali.









Sekilas tentang Informasi Pura dan Foto Pura di Indonesia yang dapat dikunjungi untuk kegiatan Tirta Yatra (klik pada link berikut) :

Kunjungan Tirta Yatra Pura di Pulau Nusa Penida Bali
- PURA GOA GIRI PUTRI NUSA PENIDA, BALI
- PURA DALEM PED NUSA PENIDA, BALI
- PURA PALUANG / PURA MOBIL NUSA PENIDA, BALI
- PURA DALEM KERANGKENG KERTANADI NUSA PENIDA, BALI
- PURA PUNCAK MUNDI NUSA PENIDA, BALI

Kunjungan Tirta Yatra Pura di Bali
- PURA RAMBUT SIWI, BALI

Kunjungan Tirta Yatra Pura di Jawa Timur
- PURA AGUNG BLAMBANGAN, JAWA TIMUR
- PURA MANDARA GIRI SEMERU, JAWA TIMUR
- PURA LUHUR POTEN GUNUNG BROMO, JAWA TIMUR
- PURA GIRI ARJUNO MALANG, JAWA TIMUR
- PURA GIRI SELAKA ALAS PURWA, JAWA TIMUR

Kunjungan Tirta Yatra Pura dan Pelinggih di Lombok
- PURA MAYURA, LOMBOK
- PURA MERU, LOMBOK
- PURA SURANADI, LOMBOK
- PURA NARMADA, LOMBOK
- PURA LINGSAR, LOMBOK
- PURA BATU BOLONG, LOMBOK
- PURA GUNUNG SARI, LOMBOK
- PURA MAJAPAHIT, LOMBOK
- AIR TERJUN OTAK KOKOK, LOMBOK

Pura dan Pelinggih di Jakarta dan Jawa Barat
- PURA ADHITYA JAYA RAWAMANGUN, JAKARTA
- PURA PARAHYANGAN AGUNG JAGATKARTTA GUNUNG SALAK, JAWA BARAT

Pura dan Pelinggih di Kutai Kalimantan
- PURA PAYOGAN AGUNG KUTAI, KALIMANTAN TIMUR
- MUSEUM MULAWARMAN, KALIMANTAN TIMUR
- MUSEUM MULAWARMAN, KALIMANTAN TIMUR
- PULAU KUMALA, KALIMANTAN TIMUR

Pura dan Pelinggih Tirta Yatra di Jawa Tengah dan Yogyakarta
- CANDI CETHO KARANGANYAR, JAWA TENGAH
- PURA TAMAN SARASWATI CANDI CETHO KARANGANYAR, JAWA TENGAH
- CANDI SUKUH KARANGANYAR, JAWA TENGAH
- CANDI SAMBISARI, YOGYAKARTA
- CANDI PRAMBANAN, YOGYAKARTA

Pura dan Pelinggih di Pulau Menjangan Bali
- TAMAN PURA PINGIT KLENTING SARI PULAU MENJANGAN, BALI
- PESRAMAN AGUNG BRAHMA IRENG PULAU MENJANGAN, BALI
- PAGODA AGUNG DEWI KWAN IM PULAU MENJANGAN, BALI
- PENDOPO AGUNG DALEM LINGSIR GAJAH MADA PULAU MENJANGAN, BALI
- PURA PUNCAK PENATARAN AGUNG PINGIT KLENTING SARI PULAU MENJANGAN, BALI
- PELINGGIH IDA BETARA DALEM LINGSIR WATURENGGONG DAN DALEM AIR LANGGA PULAU MENJANGAN, BALI
- PELINGGIH HYANG GANESHA DAN IBU DEWI PARWATI PULAU MENJANGAN, BALI
- PURA SEGARA GILI GILI PULAU MENJANGAN, BALI

Kunjungan Tirta Yatra di India
- KURUKSHETRA HARYANA, INDIA